Bertumbuh dalam kasih karunia dan dalam pengenalan akan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus (2 Pet.3:18)

Monday, September 3, 2007

Bertumbuh Bersama No. 1 - September 2002

Jika Mereka Kehilangan Kesempatan Untuk Masuk ke Surga, Mereka Akan Kehilangan Segala-galanya
Oleh Nancy Brunson

Ketika kita mendengar kata penginjilan atau penginjil, apa yang muncul di benak kita? Jika kita seperti kebanyakan orang, mungkin yang kita pikirkan adalah orang yang bermuka fanatik atau mungkin Billy Graham! Apakah reputasi ini patut didapat-kan atau tidak, kebanyakan dari kita cenderung untuk berpikir tentang penginjilan pada sisi yang ekstrim ini. Namun demikian, hal-hal yang ekstrim itu sendiri bukanlah sesuatu norma atau ukuran. Salah satu hal yang terbaik yang dapat kita pelajari tentang penginjilan adalah bahwa kita tidak harus menjadi orang yang aneh untuk melakukannya. Juga kita tidak harus menjadi orang yang hebat karena mungkin kita tidak akan pernah mencapainya. Allah hanya ingin kita menjadi diri kita sendiri. Itulah rencana utama yang sesungguhnya dari penginjilan!

Allah menciptakan setiap dari kita untuk menjadi pembawa pesan atas Pesan-Nya di dalam lingkungan kita. Masalahnya, dalam proses tersebut, kebanyakan dari kita menjadi agak “korslet” sehingga penginjilan menjadi program yang mekanis yang mendatangkan rasa takut, bersalah, atau kecewa. Lalu karena frustrasi kita memutuskan, “Penginjilan bukanlah karuniaku,” dan kita tidak mau lagi melakukannya, menganggap itu adalah pekerjaan orang-orang yang ahli dalam penginjilan.

Tetapi, jika kita mundur, apa yang akan terjadi kepada mereka-mereka yang berada di sekeliling kita yang perlu mendengarkan pesan Allah? Bagaimana jika mereka tidak pernah bertemu dengan orang yang ahli itu? Bagaimana jika ternyata kita adalah pekerja-pekerja yang telah didoakan oleh orang lain, sedangkan kita hanya duduk-duduk saja dengan berharap bahwa orang lainlah yang akan melakukannya?

Ingat, agama Kristen adalah agama yang bermoto pergi! Pergilah ke seluruh dunia. Saya kebetulan senang untuk jalan-jalan! Saya suka perencanaannya, persiapannya, perjalannya itu sendiri dan tempat tujuannya! Saya merasa bergairah tentang proses itu sendiri walaupun saya mungkin tidak menyukai seluruh seluk beluk dan kerepotan yang timbul karenanya. Demikian juga, sama halnya dengan penginjilan. Sekali kita menyadari sukacita dari perjalanan penginjilan, rasanya kesulitan yang timbul karenanya tidak akan berarti lagi. Keluarga dan teman-teman kita patut untuk mendengar Injil karena kita tahu perjalanan hidup hanya memiliki dua tujuan... dan kita ingin mereka untuk menuju ke surga!

Mari kita melihat beberapa dasar penginjilan.

PERTAMA, penginjilan yang sesungguhnya dimulai dengan hubungan... yaitu hubungan kita dengan Kristus. Yesus berjanji, “... Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa” (Yohanes 15:5). Itu merupakan janji! Penginjilan yang efektif timbul dari dalam ke luar melalui kuasa Roh Kudus. Yesus memberikan kita kehormatan di mana Dia membiarkan hidup-Nya mengalir melalui kita. Penginjilan melalui adanya hubungan seperti ini membebaskan kita dari tirani bahwa kita harus memaksakannya demi kerajaan Allah.

Kerajaan Allah, dan juga Sang Raja, berada di dalam diri kita, dan Dia berkata, “Tinggalah di dalam-Ku.” Kita melakukan hal ini hanya dengan memelihara persekutuan yang tidak ada putusnya dengan Allah. Jika kita mengerti hal ini dan memiliki hubungan yang demikian dengan Dia, kita akan dibebaskan dari kesulitan-kesulitan untuk membuahkan hasil. Kita akan mendapatkan dorongan dari dalam diri kita sendiri untuk mau melangkah dan mengambil resiko. Melalui tinggal di dalam-Nya Dia menjalankan kehendak dan melakukan kesenangan-Nya, yang akan menghasilkan buah!

KEDUA, jaringan penginjilan adalah doa. Sudah berapa kalikah kita meminta agar Allah menyelamatkan seseorang? Untungnya kita tidak harus membujuk Dia untuk menyelamatkan seseorang. Satu-satunya alasan kenapa orang itu ada di hati kita adalah karena orang tersebut pertama-tama ada di hati-Nya. Kita hanya menggabungkan diri dengan-Nya dengan mendoakan kehendak-Nya. Lalu, bagaimana seharusnya kita berdoa? Doakan ayat-ayat Alkitab yang merupakan kehendak-Nya bagi orang tersebut:

“Bapa, terima kasih karena Engkau mengasihi John dan ingin agar dia memiliki hubungan yang benar dengan Engkau. Terima kasih bahwa ini adalah kehendak-Mu agar dia diselamatkan, karena Engkau mengatakan bahwa Engkau ingin agar tidak ada satu orang pun yang akan binasa. Tuhan, kirimkanlah pekerja-pekerja yang akan bertemu dengan dia, dan yang akan membagikan Injil kepadanya. Bukalah pintu-pintu kesempatan bagi mereka. Bukalah hatinya untuk menerima kebenaran. Berikanlah dia keinginan untuk bertobat. Terima kasih karena Engkau panjang sabar terhadap John. Terima kasih karena Engkau mengasihi dia lebih dari saya mengasihi dia...”

KETIGA, bangun jembatan-jembatan dengan orang-orang dan tunjukkan bahwa engkau mempedulikan mereka. Ini berarti kita bersikap tulus dan mau mengajak mereka masuk ke dalam kehidupan kita. Mungkin kita akan harus dengan sengaja mencari kesempatan-kesempatan untuk menjangkau mereka. Undang mereka untuk makan siang, pergi rekreasi, atau olah raga bersama. Berusahalah untuk melibatkan diri dalam kehidupan mereka. Ada pepatah, “Orang tidak akan peduli tentang apa yang kita ketahui sampai mereka mengetahui bahwa engkau peduli akan mereka.”

Proses membangun jembatan ini tidak harus memakan waktu yang lama tetapi perlu diadakan. Suatu sore saya mampir ke supermarket pulang dari kantor. Seorang pemuda yang bekerja sebagai pelayan di supermarket tersebut membawa belanjaan saya ke mobil, seperti yang biasa dilakukan beberapa kali sebelumnya. Itulah saat-saat di mana kami membangun jembatan – yaitu perjalanan yang pendek menuju ke mobil dengan percakapan yang singkat. Tetapi, sore itu berbeda karena dia perlu berbicara kepada saya. Dalam waktu yang sangat singkat kami berjalan dari kasir langsung menuju ke Injil. Di tempat parkir itulah seorang pelayan yang masih muda mengatakan ya kepada Yesus.

KEEMPAT, penginjilan dilakukan secara bertahap. Kebanyakan orang tidak langsung percaya kepada Kristus pertama kali mereka mendengar Injil. Penginjilan dapat dibandingkan dengan rantai yang memiliki banyak mata rantai.2 Penginjilan adalah suatu proses. Kadangkala kita berada di tengah-tengah untaian mata rantai, dan kadangkala kita menjadi mata rantai yang terakhir yang memimpin mereka kepada Kristus. Dengan menyadari hal ini, tekanan/paksaan untuk membagikan injil dapat dihilangkan. Tanggung jawab kita untuk membagikan Injil tidaklah berkurang, tetapi kita akan banyak tertolong jika kita menyadari bahwa kita adalah bagian dari suatu rencana yang lebih besar.

KELIMA, lengkapilah diri. Kita harus mampu untuk secara tepat membagikan cerita tentang kita dan cerita tentang Dia. Secara sederhana, garis besar dari cerita tentang kita adalah:
1) Hidup kita sebelum percaya Kristus;
2) Bagaimana kita menjadi percaya kepada Kristus; dan
3) Bagaimana hidup kita telah berubah sejak percaya kepada Kritus.
Latihlah untuk dapat menceritakan ketiga poin di atas sehingga kita dapat membagikannya dalam waktu tiga menit. Jika seseorang tertarik, kita selalu dapat bercerita lebih lanjut. Jika tidak, kita tidak perlu melanjutkannya!

Cerita tentang Yesus terbagi atas tiga bagian:
1) Siapakah Yesus dan apa yang telah Dia lakukan;
2) Apa yang telah kita lakukan dan apa akibat dari tindakan-tindakan tersebut; dan
3) Bagaimana kita dapat memperoleh pengampunan dan hidup yang kekal melalui Dia.
Ketika kita selesai membagikan pesan ini, tibalah waktunya untuk menanyakan tanggapan mereka. Sederhana saja. Tetapi, itulah yang digunakan Allah untuk menyentuh hati dan mengubah hidup manusia.

Paulus mengatakan, “Sebab aku mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil, karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya...” (Roma 1:16a). Injil itu sendirilah sumber kekuatan, bukan kefasihan lidah kita, bukan kredibilitas kita, dan bukan pengetahuan kita. Kekuatan itu berada di dalam Injil!

Penginjilan adalah mengasihi Allah dan manusia dengan cukup sehingga kita berkeinginan untuk melangkah ke luar, membagikan pesan dan membiarkan Dia memakai kita. Allah yang akan mempersiapkan jalannya. Dia yang akan membuka pintu. Dia yang akan mengubah hati manusia. Kita hanya ikut ambil bagian dalam proses menuju tempat tujuan akhir.

Baru-baru ini saya mendengar seorang pria mengatakan bahwa ketika dia masih muda, kakeknya dulu sering berkata kepada dia, Jika kamu kehilangan kesempatan untuk masuk ke surga, kamu akan kehilangan segala-galanya.” Oh, semoga Allah akan menerobos hati kita dengan memberikan kita kesadaran akan hal itu, sehingga kita akan langsung bertindak! Jika mereka kehilangan kesempatan untuk masuk ke surga, mereka akan kehilangan segala-galanya.... dan mereka akan kehilangan untuk selama-lamanya.

Diterjemahkan dari artikel “If They Miss Heaven, They Miss Everything, majalah Just Between Us, Edisi Fall 1996, hal.10-11.

+++ 0 0 0 +++

Berdoa Untuk Suami
Petunjuk Doa Dalam Seminggu
Oleh: Bette Morgan

MINGGU
Agar dia diurapi dalam khotbah, pengajaran, dan doanya; agar dia dikaruniakan perkataan yang benar dalam mulutnya untuk mengungkapkan rahasia Kristus dengan berani dan jelas. (Kol. 4:3-4; Ef. 6:19-20).

Agar sama seperti ketika dia memimpin ibadah dan penyembahan kepada Allah, dia sendiri pun akan melakukan ibadah yang Alkitabiah dengan setia, baik secara umum maupun ibadah sendiri, serta agar kesukaannya akan Allah dan Firman-Nya terus bertambah. (Maz. 1:2; 37:4, 119:24, 77, 92, 143; Am. 23:26; Kid. 2:3).

Agar dia hidup dengan suci, menjadi pendoa yang rendah hati, dewasa dalam Tuhan, dan pengetahuan akan Allah selalu bertambah. (1 Tes. 5:23; Kol. 4:12; Ef. 6:18; 3:16-19; 2 Pet. 3:18).

SENIN
Agar dia dapat “rileks” (secara fisik, mental, emosi) dan dapat “beristirahat” tanpa berbuat dosa kepada Allah; agar dia dapat terus menerus hidup sesuai dengan perkataannya, mempraktekkan apa yang dia ajarkan. (Maz. 10:2-3).

Agar dia dapat belajar dan menangkap pemikiran dengan jelas, tidak mengikuti pemikiran dunia, tetapi berpikir sesuai dengan Firman Allah. (Rom. 12:1-2; 2 Kor. 10:5).

Agar dia dapat belajar untuk tidak bergantung pada keadaan di sekitar lingkungannya untuk mendapatkan kebahagiaan dan kepuasan, tetapi hanya dari Allah saja; agar dia terus mendapatkan makanan dari Firman Allah untuk mengenyangkan jiwanya dan bukan hanya untuk sekedar mempersiapkan pengajaran atau kelasnya saja. (Hab. 3:17-19; Yer. 15:16).

SELASA
Agar setiap hari dia mencari Allah dengan segenap hatinya, berjalan di dalam Roh langkah demi langkah dengan cara yang berkenan di hadapan Allah, dan kepercayaan serta ketergantungannya akan Allah terus bertambah. (Maz. 63:1-2; 119:1-2; 27:4; Am. 3:5-6; Yoh. 15:5).

Agar rasa kepercayaan diri dan penilaian dirinya merupakan refleksi dari pikiran-pikiran Allah terhadap dia. (Ef. 1:17-18; Rom. 12:3; Maz. 139).

Agar dia mendapat kekuatan yang baru yang semakin bertambah di tengah-tengah jadwalnya yang sibuk; agar Tuhan memberikan dia kekuatan untuk bekerja dengan setia di tempat pelayanan yang telah ditunjuk oleh Tuhan. (Yes. 40:31; Ef. 3:14-19; Fil. 4:13).

RABU
Agar dia setia sebagai pendeta-pengajar untuk “memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan dan bagi pembangunan tubuh Kristus,” sehingga seluruh jemaat akan memperoleh kedewasaan, kesatuan iman, serta pengetahuan akan Kristus. (Ef. 4:11-13).

Agar Allah memungkinkan dia untuk menjadi setia dan berbuah di dalam pelatihan pemimpin-pemimpin, melalui pengajaran dan pemberian contoh, untuk membangun dan menguatkan Kerajaan Allah. (1 Tim. 4:11-12; Ef. 5:1-2).

Agar dia dapat belajar mengasihi Allah dan orang lain secara Alkitabiah, memiliki dan memperlihatkan hati seorang penggembala untuk semua gembalaannya di mana Allah telah menunjuk dia menjadi “pengawas”. (1 Kor. 13:4-7; Rom. 12:8-10; Kis.20:28).

KAMIS
Agar dia dapat memperlihatkan sikap hormat dan penuh terima kasih sebagai orang yang terpanggil, yang memiliki cita-cita yang telah dipikirkan dengan mendalam dan telah didoakan, serta selalu sesuai dengan pelayanannya. (1 Kor. 9:19-27).

Agar Tuhan memberikan dia bijaksana untuk memimpin keluarganya secara fisik, emosi, mental, dan rohani; agar dia dengan penuh kasih mengajar, memberikan nasihat, memberikan semangat/dorongan, dan memberikan disiplin pada tempat yang benar. (Ef. 1:17; 6:4; 5:25-31; 1 Tes. 2:11-12; Yak. 1:5-7).

Agar lebih banyak kualitas Buah Roh dapat diperlihatkan dalam kehidupannya. (Gal. 5:22-23).

JUMAT
Agar dia dapat mengambil sikap yang tegas melawan tipu daya iblis, dapat mengenali dan tahan terhadap godaan iblis dalam segala kondisi. (Ef. 6:10-18; Yak. 4:7; 2 Kor. 2:11; 1 Pet. 5:8).

Agar dia tidak terpedaya untuk jatuh ke dalam dosa dalam bentuk apapun; agar dia tidak berkompromi terhadap dunia, kedagingan, dan si iblis (Mat. 26:58-75; Gal. 6:7; Ef. 5:11).

Agar dia secara terus menerus setia untuk menguji hatinya berdasarkan Firman Tuhan; mengenali, mengakui dan bertobat dari segala dosa baik di luar maupun di dalam hati. (Maz. 119:130; Maz. 32:1-5; 1 Yoh. 1:7; Maz. 51:10).

SABTU
Agar Tuhan melindungi dia, menjaga jalannya; agar dengan anugerah Allah dia dapat menerima segala “kekecewaan” sebagai hal-hal yang telah ditentukan dalam kedaulatan Allah, tunduk dengan sukacita dan penuh kepercayaan terhadap keTuhanan Kristus di dalam hidupnya. (Am. 2:8; 2 Tes. 3:3; Am. 19:21; Maz. 135:6; Ef. 1:11; Dan. 4:35).

Agar dia dapat mendisplinkan dirinya sendiri, belajar untuk mengatur waktunya dengan baik. (Ef. 5:15; Fil. 2:12-13).

Agar sebagaimana Allah selalu memberi dia pertolongan dengan gembalaannya, demikian juga dia akan menolong orang lain di luar tembok jemaatnya, agar Allah membuka banyak kesempatan bagi dia untuk memberikan pengaruh yang baik dalam masyarakat di sekelilingnya dalam penginjilan dan pemuridan. (Maz. 133:1-3; Am. 21:1; Neh. 1:11; 2:18,20).

=== 000 ===

Cerita Saya...
“Saya sering ragu-ragu apakah saya bisa makan untuk sisa minggu ini.”

Jane Gray - Irlandia Utara

Tidak lama setelah saya bekerja di Persekutuan Mahasiswa Internasional Injii (International Fellowship of Evangelical Students) di Paris, saya menyadari bahwa membagikan iman kepercayaan saya berarti lebih dari sekedar membagikan kata-kata! Kadangkala ketika saya hanya punya sedikit uang, dan bahkan lebih sedikit lagi makanan yang ada di lemari dapur saya, sekelompok mahasiswa akan, siap datang untuk makan. Saya sering ragu-ragu apakah saya bisa makan untuk sisa minggu ini ketika mereka selesai makan. Pada saat saya merasa tidak ada lagi yang dapat saya berikan, masih ada saja orang yang mengetuk pintu saya karena butuh penginapan, ingin ngobrol-ngobrol sambil minum kopi, atau sekedar ingin numpang mandi sehabis olah raga. Saya langsung mengerti bahwa ketika Allah memanggil kita untuk menjadi saksi-saksi-Nya, Dia memanggil kita untuk membagikan seluruh kehidupan kita. Rasul Paulus mengajarkan kita tentang hal ini dengan jelas dalam 1 Tes. 2:8 yang mengatakan, “Demikianlah kami, dalam kasih sayang yang besar akan kamu, bukan saja rela membagi Injil Allah dengan kamu, tetapi juga hidup kami sendiri dengan kamu, karena kamu telah kami kasihi.” Bersaksi untuk Tuhan yang efektif berarti melibatkan seluruh kehidupan kita di dalam persahabatan yang erat. Seperti yang saya pelajari, orang-orang yang belum percaya tidak mencari seseorang untuk membersihkan nama Kristen, tetapi untuk membagikan imannya yang sejati!

=== 000 ===

PENYAKIT FLU EMOSI YANG UMUM
Oleh Ingrid Lawrenz, MSW

Persamaan apa yang dimiliki Charles Spurgeon, Abraham Lincoln, Nabi Elia, Winston Churchill, dan Raja Daud? Mereka semua pernah pada waktu-waktu yang berbeda menderita depresi yang dalam.

Subyek depresi sering muncul dalam survey pembaca kami, dan ini tidaklah mengherankan mengingat bahwa mungkin ini adalah pergumulan emosi yang paling umum. Seseorang menamakan depresi “penyakit flu emosi yang umum.” Depresi adalah masalah yang memberi dampak kepada banyak orang dalam pelayanan dan seringkali disalah mengertikan, salah diagnosa, dan sering dikaburkan artinya dengan kurang beriman. Mari kita lihat penyebab-penyebab, tipe-tipe, dan cara-cara penyembuhan depresi, dengan fokus utama pada dampaknya terhadap perjalanan kehidupan rohani seseorang.

Orang Kristen dan hamba Tuhan jelas-jelas tidak kebal terhadap depresi. Pendeta, misionaris, dan pelayan Tuhan lainnya – juga isteri mereka – hidup penuh dengan banyak tekanan/stres, memikul banyak tanggung jawab, mengalami banyak perubahan dan dituntut banyak. Orang-orang berdatangan kepada kita untuk membagikan masalah-masalahnya yang berat. Seringkali cerita-cerita mereka yang mengerikan terus teringat dalam ingatan kita. Memang mudah untuk mengira bahwa kita harus menolong mereka dan memecahkan masalah-masalah mereka yang menyedihkan. Tetapi hal ini juga sangatlah meletihkan. Beberapa pelayan Tuhan mungkin mengalami apa yang dinamakan traumatisasi kedua, di mana mereka ikut mengalami depresi dari orang yang mereka tolong. Kita harus sadar akan tanda-tanda depresi dalam diri kita dan dalam diri mereka yang kita tolong.

Apa Arti Depresi?
Depresi dapat berupa kemurungan yang biasa atau kekacauan jiwa yang serius. Perasaan depresi bertingkat dari perasaan sedikit murung sampai rasa ingin bunuh diri. Depresi adalah keadaan emosi yang sedang sakit, keadaan pemikiran yang sedang bingung, dan keadaan fisik yang tidak terkendali. Alkitab menggambarkannya dalam Mazmur 6 dan 13 dengan ekspresi: “…tulang-tulangku gemetar, dan jiwakupun sangat terkejut; Lesu aku karena mengeluh; setiap malam aku menggenangi tempat tidurku, dengan air mataku aku membanjiri ranjangku. Mataku mengidap karena sakit hati. Kau lupakan aku terus-menerus? Berapa lama lagi Kau sembunyikan wajah-Mu terhadap aku? Berapa lama lagi aku harus menaruh kekuatiran dalam diriku, dan bersedih hati sepanjang hari? Buatlah mataku bercahaya, supaya jangan aku tertidur dan mati.” Depresi adalah apa yang dialami Ayub sewaktu ia berpikir sebaiknya ia tidak pernah dilahirkan.

Siapa Yang Dapat Mengalami Depresi?
Orang Kristen, dan orang yang tidak percaya, anak kecil, anak remaja, orang dewasa, dan orang tua dapat mengalami depresi. Satu dari empat wanita dan satu dari tujuh pria mengalami depresi yang berat di satu saat dalam kehidupan mereka.

Apakah Depresi Dapat Menjadi Hal Yang Serius?
Depresi dapat menjadi fatal karena ini adalah penyebab utama dari timbulnya keinginan bunuh diri. Depresi adalah penyebab dari banyaknya kunjungan ke dokter dan test-test yang hasilnya tidak jelas. Banyak orang kehilangan pekerjaannya karena depresi. Pernikahan menjadi hancur dan hamba Tuhan meninggalkan pelayanan atau ladang pelayanannya karena depresi. Ada juga orang yang mengalami depresi yang begitu hebatnya sehingga tidak dapat berfungsi lagi dan menjadi terpenjara di kamar tidurnya sendiri. Depresi juga dapat menjadi penyebab di belakang nilai sekolah yang jelek, adanya perselingkuhan (di mana orang mencari sesuatu yang membuat mereka merasa lebih baik), kecanduan alkohol, menyendiri, dan pemberontakan diri dalam anak remaja. Dalam situasi yang lebih serius, depresi merupakan penyebab bunuh diri, di mana paling banyak terjadi pada pria setengah usia.

Apa Penyebab Depresi?
Depresi begitu kompleks dan banyak hal yang menjadi penyebab depresi. Ada yang secara genetik cenderung untuk memiliki ketidakseimbangan zat-zat kimia dalam tubuhnya yang membawanya kepada depresi. Obat-obat tertentu dan penyakit secara fisik memberikan dampak sampingan rasa depresi, contohnya, hipothiroidisme, migren, penyakit jantung, fibromyalgia, dan lain sebagainya.

Depresi sering terjadi akibat trauma, rasa kehilangan, atau penyesuaian diri.
Trauma pada anak-anak atau tidak pernah diperhatikannya mereka dapat memicu depresi pada suatu saat atau di masa dewasanya nanti.

Depresi juga dapat terjadi karena:
· Jenuh (burnout)
· Kebutuhan kronik yang tidak terpenuhi
· Kepedihan yang tak terpecahkan
· Kemarahan yang tak terpecahkan
· Emosi yang terpendam
· Kepahitan dalam hidup
· Tidak/Kurang mau mengampuni
· Rasa tidak berdaya
· Pola pikir yang negatif
· Stres/tekanan
· Ketidakseimbangan dalam zat-zat kimia tubuh
· Kurang tidur
· Rasa malu
· Kekeringan rohani

Apa Gejala-Gejala Depresi?
Pada umumnya ada empat jenis depresi.

1. DEPRESI DALAM BENTUK KEMURUNGAN. Keadaan depresi dalam bentuk ini tidak bertahan lama dan pada umumnya berupa perasaan yang timbul tenggelam. Kita akan merasakan kehilangan energi, terlalu mencurahkan banyak pemikiran pada suatu rasa kehilangan atau masalah dan tidak begitu menikmati kehidupan. Sementara kita berjuang untuk tidak merasa kehilangan atau sedang memecahkan masalah, rasa depresi akan hilang juga. Bahkan rasa depresi ini bisa menghilang begitu cuaca menjadi cerah.

2. KELAINAN DYSTHYMIC. Jenis keadaan depresi kronis yang ‘rendah’ yang berlangsung secara regular selama dua tahun atau lebih (satu tahun bagi anak-anak dan anak muda).

Gejala-gejalanya termasuk:
· Rasa rendah diri
· Rasa malu
· Tidak ada energi atau cepat lelah
· Kehilangan nafsu makan atau nafsu makan yang berlebihan
· Sulit tidur atau tidur berlebihan
· Memiliki pandangan yang negatif
· Rasa tidak berdaya
· Sulit berkonsentrasi atau sulit mengambil keputusan

3. DEPRESI BERAT. Ini adalah depresi yang secara klinis tergolong berat, dan merupakan suatu penyakit. Fungsi dan proses organisme, cara berpikir dan keadaan emosi orang ini terganggu. Depresi ini mengganggu kemampuan seseorang untuk berfungsi dan berpikir secara normal. Dapat terjadi pada suatu saat dalam kehidupan seseorang atau terjadi berulang secara interval. Dapat berlangsung beberapa bulan atau tahun, jika tidak diobati. Untuk dapat dianggap sebagai Depresi Berat, gejala-gejala yang ada harus berlangsung terus menerus selama paling tidak dua minggu atau lebih.

Gejala-gejalanya termasuk:
· Perasaan jiwa yang kosong dan sedih yang terus menerus
· Menangis atau tidak mampu untuk menangis
· Tidak tertarik lagi akan atau tidak dapat menikmati banyak hal
· Banyak kehilangan atau terlalu banyak naik berat badan
· Bangun pada dini hari dan tidak dapat tidur kembali; insomnia
· Terlalu banyak tidur; Letih
· Kehilangan energi/tenaga
· Ingin menyendiri
· Merasa gelisah
· Merasa dirinya tidak berharga sama sekali
· Merasa tidak mampu atau malu
· Tidak memiliki keinginan seks
· Sulit untuk berpikir dan berkonsentrasi
· Tidak dapat membuat keputusan
· Selalu muncul pemikiran akan mati atau ingin mati, mungkin ada rencana untuk bunuh diri

4. KELAINAN BIPOLAR. Adalah suatu penyakit fisiologis yang memberi dampak depresi pada seseorang ditambah adanya masa-masa tingkah laku yang hyper atau maniak. Kurang lebih 1 persen dari jumlah penduduk memiliki jenis penyakit ini, oleh karenanya dua orang di antara 200 jemaat dapat terkena penyakit ini. Orang yang terkena penyakit ini dapat sewaktu-waktu berubah dan kehilangan rasa realitasnya dan dapat secara potensial menjadi biang keladi dalam segala hubungan mereka, termasuk di gereja. Mereka mungkin ingin menginvestasikan uang gereja dalam rencana yang tidak masuk akal, menjadi paranoid (perasaan takut yang berlebihan), kasar/ganas atau merasa dirinya mulia, menyatakan bahwa dirinya adalah seorang nabi yang memiliki visi atau menjadi secara aneh tidak bermoral. Mereka membutuhkan pengobatan berjangka panjang dari seorang psikiater.

Apakah Depresi Memberi Dampak Pada Kehidupan Rohani Kita?
Umumnya, depresi tidak memberi dampak pada dasar iman dan kepercayaan kita, tetapi, depresi adalah masa penderitaan jiwa yang mendalam, jadi kita secara rohani tidak “merasa” diperbaharui atau dibangkitkan. Selama masa depresi kita akan merasa sebagai orang yang paling berdosa, tidak berharga bagi Allah dan bagi orang lain. Ketika kita membaca Alkitab, kemurkaan Allah nampak menjadi berlebihan dalam benak kita, dan kita akan sulit menangkap kemurahan hati Allah. Kita akan merasa jauh dari Allah atau merasa sulit untuk mengalami kebahagiaan atau cinta kasih-Nya, tetapi mungkin ini adalah waktu di mana kita ingin menangis kepada Allah, seperti tangisan Daud dalam Mazmur, meminta pertolongan dan kehadiran Allah. Ini adalah masa pencobaan bagi iman kita karena “perasaan” saja tidak cukup, jadi kita harus berdiri teguh akan apa yang kita tahu adalah benar. Elia, Ayub, dan Raja Daud menolong kita untuk mengerti bahwa depresi bukanlah tanda pemuridan yang rendah mutunya.

Apa Pengobatan Terhadap Depresi?

DOA. Berdoa agar disembuhkan. Berdoa untuk penolong yang tepat. Berdoa agar Allah memberikan kekuatan untuk mengatasi dan agar Allah memberikan pengertian yang dalam tentang bagaimana anda dapat menolong diri sendiri.

CARI PERTOLONGAN. Minta orang lain mendoakan anda. Bagikan perasaan anda dan apa yang sedang anda pergumulkan kepada teman-teman dekat yang dapat dipercaya. Tidak setiap orang akan mengerti, jadi tidaklah salah jika anda membuat batasan-batasan. Depresi akan membuat anda sulit untuk berkonsentrasi untuk berdoa atau membaca Firman-Nya. Minta orang lain mendoakan anda, dengarkan kaset-kaset, dengarkan lagu-lagu rohani. Ketika anda merasa depresi, rasanya anda tidak ingin bertemu orang, tetapi akan menolong sekali jika anda berada di tengah-tengah ibadah dan persekutuan. Dalam kasus depresi yang serius, anda mungkin perlu meminta pertolongan orang lain untuk mengerjakan tugas-tugas anda.

CARI TAHU PENYEBABNYA. Cari tahu penyebab depresi anda dan jika memungkinkan, lakukan langkah-langkah yang perlu untuk menolong diri anda sendiri. Contohnya, periksa ke dokter, periksa efek samping obat-obat yang anda minum, olah raga, pecahkan masalah, ganti situasi, dan ambil cuti.

CARI PERTOLONGAN PROFESIONAL. Jika setelah melakukan semua yang anda mampu lakukan, depresi itu tetap ada, anda perlu untuk mencari nasihat dari terapist Kristen yang baik.

Anda mungkin perlu melakukan terapi untuk:
· Masalah di masa lalu yang belum terpecahkan
· Masalah-masalah yang ada saat ini
· Belajar bagaimana mengatasi luka hati
· Belajar bagaimana mengatasi rasa malu
· Belajar bagaimana mengatasi kemarahan
· Memutuskan apa yang perlu dikonfrontasikan
· Memutuskan apa yang perlu dimaafkan; belajar untuk memaafkan selama hidup
· Mengubah penilaian yang negatif, tidak benar, dan tidak realistis terhadap diri sendiri, Allah atau orang lain.

PENGOBATAN. Dalam kasus depresi yang berat atau berjangka panjang, ada ketidak-seimbangan biokimia dalam otak dan sistim hormon. Tubuh menjadi tidak terkontrol setelah mengalami terlalu banyak tekanan/stres dari dalam atau luar. Pengobatan anti-depresanlah yang diperlukan. Gejala-gejala fisik seperti sulit berkonsentrasi, letih, menangis, gangguan tidur dan nafsu makan adalah indikasi dari ketidakseimbangan zat-zat kimia dalam tubuh. Obat anti-depresan membantu anda untuk kembali normal. Mereka tidak membuat anda ketagihan dan mereka bukan “happy” pill; mereka tidak mengubah perasaan anda. Malah, kalau anda tidak mengalami ketidakseimbangan zat-zat kimia dalam tubuh, mereka akan berfungsi sebagai pil gula saja dan tidak akan berfungsi apa-apa. Fungsi mereka adalah seperti insulin terhadap orang diabetes. Sekarang anti-depresan sudah aman dan hanya memiliki, jika memang ada, sedikit sekali efek sampingan. Umumnya akan butuh enam sampai duabelas bulan pengobatan untuk dapat sembuh dari depresi berat.

Diterjamahkan dari Artikel “Depression, the Common Cold of the Emotional Life”, majalah Just Between Us, Edisi Summer 1996, hal.8-9,18

=== 000 ===

DASAR ANAK-ANAK!

Seorang anak lelaki yang masih kecil membuka Alkitab yang berukuran besar dengan rasa penuh ingin tahu, dan membalik-balikkan halamannya. Tiba-tiba ada benda yang jatuh dari Alkitab tersebut. Anak itu langsung memungutnya dan memeriksanya dengan seksama. Benda yang jatuh itu adalah daun dari pohon yang diselipkan dan dikeringkan di dalam Alkitab tersebut. “Ibu, lihat apa yang kutemukan,” teriak anak itu. “Apa yang kamu temukan, sayang?” ibunya bertanya. Dengan suara yang penuh rasa takjub, anak itu menjawab “Rasanya ini adalah bajunya Adam!”

=================================

Seorang ibu sedang mempersiapkan kue panekuk untuk dua anak lelakinya, Matius, 5 tahun, dan Lukas, 3 tahun. Kedua anak lelaki itu mulai berdebat siapa yang pantas didahulukan untuk menerima panekuk pertama. Sang ibu melihat kesempatan ini untuk mengajarkan budi pekerti. “Jika Yesus duduk di sini, Dia akan berkata, ‘Silahkan saudaraku saja dulu yang mendapatkan panekuk yang pertama. Saya bersedia menunggu.’” Matius langsung menengok ke adiknya dan berkata, “Lukas, kamu saja yang jadi Yesus.”

=================================

Seorang ibu membawa anaknya yang berumur 3 tahun ke gereja untuk pertama kalinya. Sebagian lampu gereja dimatikan dan para anggota paduan suara mulai berbaris ke depan sambil membawa lilin-lilin yang menyala. Suasana begitu hening sampai anak kecil tersebut dengan suara yang keras mulai menyanyi, “Panjang umurnya, panjang umurnya….”

No comments: